KETIK, PACITAN – Jika tingkat SMA mengalami lonjakan pendaftar hingga melampaui kuota, kondisi sebaliknya justru terjadi pada jenjang Sekolah Dasar (SD) di Program Sekolah Rakyat Pacitan.

Hingga awal Juni 2026, jumlah calon peserta didik yang mendaftar Sekolah Rakyat tingkat SD di Kabupaten Pacitan baru mencapai 10 anak. 

Padahal, kuota yang disediakan mencapai 90 siswa untuk tahun ajaran 2026/2027.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Pacitan, Agung Mukti Wibowo, membenarkan bahwa jumlah pendaftar jenjang SD masih sangat rendah dibandingkan kuota yang tersedia.

“Untuk jenjang SD memang masih rendah,” ujarnya, Senin, 8 Juni 2026.

Baca Juga:
Sambut Program Sekolah Rakyat, Orang Tua Siswa di Tabanan Titip Harapan ke Prabowo

Menurut Agung, kondisi tersebut berbeda jauh dengan jenjang SMA yang justru mengalami kelebihan pendaftar. 

Hingga saat ini, jumlah pendaftar SMA telah mencapai 133 siswa atau sekitar 147,78 persen dari kuota yang tersedia sebanyak 90 kursi.

Sementara pada jenjang SMP, jumlah pendaftar telah mencapai 96 siswa atau sekitar 106,67 persen dari kuota yang disediakan 90 siswa.

Perbedaan minat tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam memastikan Program Sekolah Rakyat dapat menjangkau seluruh kelompok sasaran secara merata.

Baca Juga:
Kunjungi Sekolah Rakyat di Bali, Prabowo Tegaskan Pendidikan Kunci Wujudkan Kesejahteraan

Program Sekolah Rakyat sendiri diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2 yang terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). 

"Peserta didik akan mendapatkan layanan pendidikan secara gratis sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu," ungkapnya.

Untuk memperluas jangkauan informasi, Dinsos Pacitan menggandeng para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang diterjunkan langsung ke lapangan guna melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada keluarga calon peserta didik.

Agung menjelaskan proses penjaringan masih terus berlangsung hingga pekan keempat Juni 2026. 

Karena itu, jumlah pendaftar masih berpotensi bertambah sebelum proses seleksi dan penetapan peserta didik dilakukan.

“Penjaringan masih berjalan. Kami terus melakukan sosialisasi melalui pendamping PKH agar informasi program ini bisa sampai kepada masyarakat yang menjadi sasaran,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat Pacitan menyediakan total 270 kursi yang terbagi untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. 

Hingga saat ini, jumlah anak yang menyatakan berminat mengikuti program tersebut telah mencapai 260 orang atau sekitar 88,5 persen dari total kuota yang tersedia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 240 calon peserta didik atau 92,3 persen telah menentukan sekolah tujuan. 

Sedangkan 20 anak lainnya atau sekitar 7,7 persen masih dalam tahap pendampingan dan belum menentukan pilihan sekolah.(*)