KETIK, MALANG – Sebanyak 618 mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) dipersiapkan untuk terjun langsung ke desa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terintegrasi Berdampak 2026.
Berbeda dari sekadar menjalankan program kerja, mahasiswa ditantang menghadirkan solusi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat jangka panjang.
Pembekalan KKN Terintegrasi Berdampak digelar selama dua hari, 21–22 Juli 2026, di Sarwakirti. Kegiatan ini menjadi bekal bagi mahasiswa dari sisi akademik, sosial, maupun teknis sebelum diterjunkan ke berbagai desa.
Direktur Direktorat Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP3M) Unikama, Prof. Dr. Mujiono, M.Pd., menjelaskan KKN tahun ini mengusung tema "Transformasi Desa Berkelanjutan melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Inovasi Teknologi."
Menurutnya, tema tersebut menjadi komitmen Unikama untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa melalui program pengabdian yang memberikan dampak nyata.
Baca Juga:
Unikama Bekali Mahasiswa PPG Kuasai Coding dan AI, Tekankan Etika sebagai Bekal Guru Masa Depan"KKN Terintegrasi Berdampak kami selenggarakan untuk mendukung transformasi desa berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal, inovasi teknologi, dan partisipasi masyarakat yang terintegrasi," ujar Prof. Mujiono.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, DP3M menyusun pelaksanaan KKN berdasarkan lima pilar utama, yakni pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, penguatan pendidikan dan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta penguatan sektor lingkungan dan kesehatan.
Seluruh pilar tersebut diperkuat melalui program unggulan digitalisasi desa guna mengembangkan potensi desa sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya.
Prof. Mujiono juga melaporkan, KKN Unikama 2026 diikuti 618 mahasiswa yang terdiri atas 488 mahasiswa reguler, 100 mahasiswa kelas karyawan, dan 27 mahasiswa peserta skema free form.
Baca Juga:
Mau Kuliah di Malang? Ini Daftar 10 Universitas Terbaik Versi EduRank 2026Selain itu, Unikama turut mengirimkan mahasiswa dalam program International Service yang difasilitasi Universiti Teknikal Melaka Malaysia (UTeM) sebagai bagian dari penguatan jejaring pengabdian masyarakat di tingkat internasional.
Sementara itu, Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., menekankan bahwa keberhasilan KKN Unikama 2026 tidak diukur dari banyaknya program yang dijalankan, melainkan dari dampak yang dirasakan masyarakat.
"Yang kami harapkan bukan banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, bermanfaat, dan memberikan dampak yang berkelanjutan," tegasnya.
Prof. Sudi menjelaskan perkembangan desa yang semakin dinamis membuka ruang kolaborasi bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
Melalui observasi lapangan, dialog dengan pemerintah desa, dan pemetaan kebutuhan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan, hingga digitalisasi layanan desa.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati budaya dan kearifan lokal selama menjalankan KKN. Menurutnya, kemampuan beradaptasi serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat menjadi modal utama agar program yang dijalankan dapat diterima dan berkelanjutan setelah masa KKN berakhir.
Melalui pembekalan ini, Unikama berharap seluruh peserta KKN Unikama 2026 mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan sehingga kehadiran mahasiswa benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa. (*)