KETIK, JAKARTA – Hari Raya Iduladha identik dengan melimpahnya stok daging sapi hasil kurban. Namun, ketersediaan daging yang melimpah ini sering kali membuat kita terlena dan abai terhadap cara mengolahnya yang benar.

​Bagi Anda yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, penyakit jantung, diabetes, atau hipertensi, memahami cara memasak daging sapi dengan sehat adalah hal yang wajib. Sebab, salah langkah dalam mengolahnya justru bisa memicu gangguan kesehatan, meskipun daging sapi sejatinya merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi.

​Praktisi kesehatan, dr. Gracia Fensynthia, menjelaskan bahwa nilai nutrisi pada daging sapi sangat bergantung pada kadar lemak dan protein di dalamnya.

​"Ada potongan daging sapi dengan kadar lemak rendah, medium atau sedang, sampai tinggi," ujarnya.

​Ia menambahkan, jenis daging sapi dengan kadar lemak rendah hingga medium merupakan pilihan yang paling disarankan untuk dikonsumsi demi menjaga kesehatan tubuh.

Baca Juga:
Ratusan Kambing Ramaikan Festival Qurban Runner Grissee 1K, Ajang Unik Dongkrak Peternak Lokal Gresik

​Sebelum mengolahnya, mari simak beragam manfaat daging sapi untuk tubuh berikut ini:

​1. Meningkatkan Massa Otot

​Daging sapi dikenal efektif untuk menambah massa dan kekuatan otot, sehingga kerap menjadi menu andalan bagi para pegiat olahraga atau bodybuilder. Hal ini karena daging merah merupakan sumber protein lengkap yang mengandung 9 asam amino esensial, yang strukturnya hampir mirip dengan otot manusia.

​2. Menambah Stamina Tubuh

Baca Juga:
Momentum Iduladha 2026, Lapas Kelas I Malang Bagikan Ratusan Paket Daging Kurban hingga ke Luar “Tembok”

​Kandungan kreatin dan taurin yang berlimpah dalam daging sapi berfungsi sebagai sumber energi instan bagi otot. Mengonsumsi makanan yang kaya akan kedua senyawa ini dapat meningkatkan kinerja fisik saat beraktivitas sekaligus mencegah kelelahan ekstrem.

​3. Menjaga Daya Tahan Tubuh

​Kandungan zinc (seng) dalam daging sapi berperan penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh yang kuat. Tubuh memerlukan zinc untuk melawan infeksi serta menyembuhkan jaringan yang rusak. Nutrisi ini juga sangat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang optimal pada anak-anak dan remaja.

​4. Menguatkan Tulang dan Gigi

​Selain menjadi sumber vitamin B12 yang baik, daging sapi kaya akan beragam mineral penting seperti kalsium, fosfor, kalium, zinc, tembaga, dan zat besi. Kombinasi nutrisi ini bermanfaat besar dalam menjaga kekuatan tulang dan kepadatan gigi.

​5. Mendukung Peningkatan Berat Badan

​Bagi Anda yang sedang menjalani program peningkatan berat badan (weight gain), daging sapi bisa menjadi pilihan menu yang tepat. Kandungan protein dan lemak sehat di dalamnya efektif meningkatkan asupan kalori harian tubuh secara positif.

​6. Mencegah Anemia

​Daging sapi merupakan salah satu sumber zat besi terbaik. Nutrisi ini diperlukan tubuh untuk memproduksi hemoglobin, yaitu protein yang membantu sel darah merah mengikat dan mengalirkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi dapat memicu anemia defisiensi besi yang membuat tubuh mudah lelah, lesu, dan lemas.

Tips Mengolah Daging Sapi Secara Optimal

​Daging sapi memang sangat nikmat jika diolah menjadi rendang, dendeng balado, sup, semur, steak, tongseng, hingga empal. Namun, teknik memasak yang keliru dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi serta penyakit kardiovaskular.

​Agar khasiatnya tetap optimal dan aman bagi kesehatan, berikut 10 tips sehat dalam memilih dan memasak daging sapi:

  1. ​Pilih Potongan Rendah Lemak: Utamakan bagian daging sapi yang memiliki kandungan lemak rendah atau sedang (seperti bagian gandik atau khas dalam).
  2. ​Batasi Gula dan Garam: Kurangi penggunaan garam dan gula yang berlebihan dalam bumbu masakan.
  3. ​Kontrol Porsi Konsumsi: Batasi konsumsi daging sapi harian, idealnya tidak lebih dari 70 gram per hari.
  4. ​Pilih Metode Masak Sehat: Olah daging dengan cara dipanggang, disup, atau direbus. Sebaiknya hindari metode menggoreng (deep frying).
  5. Jangan Cuci Daging Mentah: Hindari mencuci daging sapi sebelum dimasak karena dapat menyebarkan bakteri dan meningkatkan risiko keracunan makanan. Cukup rebus sebentar untuk membuang kotorannya.
  6. ​Batasi Minyak: Kurangi penggunaan minyak ekstra saat menumis atau memasak.
  7. ​Gunakan Minyak Sehat: Pilih minyak zaitun atau minyak kelapa sawit berkualitas tinggi jika memerlukan minyak untuk memasak.
  8. ​Gunakan Wajan Logam: Saat memanggang, gunakan wajan berbahan logam (grill pan) agar kadar lemak pada daging bisa keluar dan terpisah.
  9. ​Atur Suhu dan Waktu: Hindari memasak daging sapi dengan suhu api yang terlalu tinggi dalam durasi yang terlalu lama untuk mencegah terbentuknya senyawa karsinogenik.
  10. Imbangi dengan Serat: Selalu kombinasikan hidangan daging sapi dengan sayuran segar dan kacang-kacangan agar kebutuhan serat harian tetap terpenuhi. (*)