KETIK, MALANG – Sekitar 57 sekolah di Jawa Timur telah menerapkan program ketahanan pangan. Ruang terbuka yang ada di lingkungan sekolah berhasil disulap menjadi sarana untuk edukasi.
Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan, sesuai instruksi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bahwa proses pembelajaran tidak hanya dilakukan di ruang kelas saja.
"Ini program Ibu Gubernur Jawa Timur untuk membuat sekolah-sekolah ini prosesnya tidak hanya di ruang kelas. Jadi ada ruang publik terbuka yang bisa digunakan oleh sekolah-sekolah untuk bisa berinteraksi antara guru dan muridnya," ujarnya, Senin, 13 Juli 2026.
Program ketahanan pangan di sekolah bisa menjadi media pembelajaran di luar ruang kelas. Sekolah dapat memaksimalkan ruang terbuka agar lebih produktif melalui program ketahanan pangan.
"Banyak ruang publik sekolah itu tidak ada tempat, tapi tidak berfungsi, tidak maksimal. Padahal harus produktif, maka digunakanlah proses ketahanan pangan itu," katanya.
Baca Juga:
Dirut SGN Bantah Pabrik Gula Tua Jadi Penyebab Rendahnya Produksi, Ungkap Faktor Penentu RendemenMelalui ketahanan pangan, siswa tak hanya belajar tentang pertanian namun juga statistika, biologi, fisika, dan pelajaran lainnya. Dengan demikian siswa diharapkan tak hanya memahami teori semata namun juga praktik langsung.
"Maka ini salah satu program masuk di dalam lingkungan sekolah supaya mereka bisa berinteraksi di lingkungan mereka, tidak hanya di ruang kelas," sebutnya.
Aries juga meminta sekolah yang tidak memiliki banyak lahan dapat mencari cara lain, salah satunya dengan hidroponik.
"Semua sekolah yang punya program itu, kita ajak. Termasuk sekolah yang tidak punya lahan pun bisa pakai dengan hidroponik," pungkasnya. (*)