KETIK, BANTUL
– Memasuki usia ke-34 tahun pada 2 November 2026, Perumda Air Minum Tirta Projotamansari Kabupaten Bantul menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar mengejar pertumbuhan bisnis semata.
BUMD ini memprioritaskan pembenahan sistemik guna meningkatkan keterjangkauan, kontinuitas pasokan, serta kualitas pelayanan air bersih bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Bantul.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Projotamansari, Arinto Hendro B SE MM, didampingi Direktur Umum dan Keuangan, Anita Tri Hastuti SE, menyampaikan bahwa perjalanan panjang selama tiga dekade lebih ini diwarnai oleh berbagai tantangan operasional dan dinamika kebutuhan warga. Oleh karena itu, pihaknya fokus memperluas jangkauan transmisi sekaligus memperkuat mitigasi risiko mutu air.
"Pencapaian yang terus kami upayakan tidak hanya berkaitan dengan penambahan jumlah pelanggan. Tetapi juga peningkatan kapasitas produksi, pengembangan jaringan perpipaan, optimalisasi instalasi pengolahan air. Serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat," kata Arinto Hendro B dalam keterangannya, Selasa 3 November 2026.
Menurut Arinto, salah satu fokus strateginya saat ini adalah penerapan Sistem Manajemen Risiko pada Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (RPAM). Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pengesahan dokumen RPAM untuk SPAM Pajangan untuk menjamin keamanan serta standar kelayakan air minum yang dialirkan ke rumah warga.
Anita Tri Hastuti menambahkan bahwa dari sisi tata kelola operasional, perusahaan terus konsisten melakukan pemeliharaan infrastruktur secara berkala. Pemeliharaan mencakup unit pengolahan air baku, jaringan transmisi dan distribusi, hingga reservoir penampungan.
Langkah antisipatif ini diambil agar gangguan teknis maupun dampak kekeringan saat musim kemarau dapat diminimalkan semaksimal mungkin.
"Prinsip kami adalah pelayanan harus terus ditingkatkan, baik dalam kondisi normal maupun ketika menghadapi gangguan teknis atau keterbatasan sumber air, terutama pada musim kemarau," ujar Arinto menegaskan.
Transformasi Digital dan Konservasi Sumber Air
Untuk mempermudah akses warga di era serba digital, Perumda Air Minum Tirta Projotamansari atau Perumdam Bantul ini mulai mengintegrasikan sistem informasi pelayanan pelanggan dengan armada teknis di lapangan. Integrasi ini memastikan setiap laporan kebocoran pipa atau gangguan debit air dapat terpantau secara transparan dan ditindaklanjuti secara terukur sesuai tingkat urgensinya.
"Bagi kami, keberhasilan digitalisasi tidak hanya dilihat dari kemudahan pelanggan menyampaikan pengaduan, tetapi juga dari kecepatan dan ketepatan tindak lanjut oleh petugas di lapangan," tutur Arinto.
Peringatan hari jadi tahun ini digelar secara sederhana melalui upacara, syukuran, dan tausiah dari Ustadz Miftahul Khoir. Momentum tersebut dimanfaatkan manajemen untuk merefleksikan nilai "bekerja sebagai ibadah" ke dalam etos kerja harian pegawai.
"Kami ingin seluruh pegawai memahami bahwa setiap tetes air yang sampai kepada masyarakat memiliki tanggung jawab besar di dalamnya. Karena itu, integritas dan profesionalisme harus berjalan beriringan," ungkap Arinto.
Perluasan cakupan jaringan ini juga dibarengi dengan penguatan kapabilitas sumber daya manusia di tubuh internal perusahaan. Jajaran direksi secara berkala menyelenggarakan pelatihan teknis dan peningkatan kompetensi digital bagi para petugas lapangan.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa percepatan penanganan kendala teknis serta pemeliharaan saluran perpipaan dapat terealisasi secara konsisten, efektif, dan profesional di seluruh wilayah operasional Kabupaten Bantul.
Sebagai bagian dari kepedulian sosial, perusahaan menyalurkan bantuan bakti sosial ke Pondok Pesantren Al-Dzikro, Panti Asuhan Yapitu Al Huda, dan Majelis Mujahadah Al-Hikmah pada 31 Oktober 2026.
Menatap masa depan, PDAM Bantul merancang strategi konservasi lingkungan jangka panjang melalui pengendalian tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water) dan diversifikasi air permukaan. Serta sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Bantul dan Pemda DIY untuk melindungi daerah tangkapan air.
"Harapan kami, Perumda Air Minum Tirta Projotamansari dapat semakin berkembang menjadi perusahaan daerah yang sehat, profesional, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Kabupaten Bantul. Air Mengalir, Pelayanan Meningkat, Masyarakat Sejahtera," pungkas Arinto menutup keterangan. (*)