KETIK, BREBES – Warga di delapan desa di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, akhirnya dapat menikmati perbaikan Jalan Rengasbandung-Tembelang setelah menanti selama 26 tahun.

Jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan parah dan menghambat aktivitas ekonomi serta mobilitas warga tersebut kini diperbaiki pemerintah menggunakan konstruksi rigid beton.

Perbaikan jalan tersebut disambut sukacita oleh warga.

Pasalnya, jalur tersebut menjadi akses utama yang menghubungkan delapan desa menuju pusat pelayanan publik, pasar, dan fasilitas pendidikan.

Salah seorang warga setempat, Sarkib (55), mengatakan perbaikan jalan tersebut menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat yang telah disampaikan selama bertahun-tahun.

Baca Juga:
Bertahun-tahun Rusak Parah, Warga Siandong di Brebes Apresiasi Pembangunan Jalan Rigit Beton Mulus

"Kami sangat bersyukur aspirasi kami didengar. Melalui perwakilan kami di Fraksi Golkar, harapan yang mandek selama 26 tahun ini akhirnya bisa terealisasi di lapangan," ujar Sarkib.

Sebelum diperbaiki, kondisi jalan penghubung tersebut dipenuhi lubang besar dan kubangan lumpur saat musim hujan.

Sementara pada musim kemarau, jalan menghasilkan debu yang mengganggu aktivitas warga.

Kondisi tersebut juga berdampak pada biaya transportasi komoditas pertanian dan penanganan medis darurat.

Baca Juga:
Pemkab Brebes Luncurkan Rabu Beres, Respons 4.000 Keluhan Warga Ditarget Maksimal 7 Hari

Buah Kawalan Aspirasi Fraksi Golkar

Perbaikan jalan tersebut merupakan bagian dari program dalam APBD Kabupaten Brebes dengan nilai lebih dari Rp4 miliar.

Aspirasi perbaikan jalan disebut ditampung dan diperjuangkan Anggota DPRD Brebes dari Fraksi Golkar, Pamor Wicaksono, melalui mekanisme reses dan pengawalan anggaran di parlemen.

Pamor mengatakan jalan tersebut merupakan jalur perekonomian masyarakat sekaligus akses bagi pelajar SMPN 4 Jatibarang yang berasal dari sekitar delapan desa.

"Jalan ini merupakan jalan perekonomian masyarakat dan utamanya jalan untuk anak-anak Sekolah SMPN 4 Jatibarang yang mencakup sekitar 8 Desa. Anak-anak sekolah dan pekerja kini dapat melintas dengan aman dan nyaman tanpa khawatir terjatuh atau terlambat akibat medan jalan yang rusak," kata Pamor Wicaksono kepada Ketik.com, Rabu, 30 September 2026.

Menurut Pamor, perbaikan jalan juga memberikan manfaat bagi petani.

Mereka kini dapat mendistribusikan hasil panen ke luar daerah dengan lebih cepat sehingga dapat menjaga kesegaran komoditas dan meningkatkan harga jual.

Pamor mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Brebes di bawah kepemimpinan Bupati Paramitha Widyakusuma yang telah merespons dan merealisasikan usulan masyarakat.

"Terima kasih saya haturkan untuk Pemerintah Kabupaten Brebes dibawah kepemimpinan Ibu Kanjeng Bupati Paramitha Widyakusuma dan jajaran, Dan terima kasih untuk masyarakat yang tiada hentinya di setiap reses saya selalu mengusulkan supaya jalan tersebut di Cor, Dan atas panggilan juang, Saya suarakan kepada Ibu Kanjeng Bupati Brebes, dan Alhamdulillah akhirnya terealisasi. Semoga Allah SWT selalu merakhmati kita semua, aamiin," ujar Pamor Wicaksono.

Pamor mengatakan konstruksi rigid beton dipilih agar jalan memiliki daya tahan tinggi terhadap beban kendaraan berat dan cuaca ekstrem.

Dengan konstruksi tersebut, anggaran daerah diharapkan tidak hanya digunakan untuk perbaikan jalan yang sama secara berulang.

Warga di delapan desa tersebut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan perwakilan legislatif yang telah mewujudkan perbaikan jalan tersebut.

Mereka juga berkomitmen ikut menjaga dan merawat jalan yang telah diperbaiki agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.(*)