KETIK, PALEMBANG – Medan terjal, cuaca panas, hingga kabut asap pekat tak menyurutkan langkah pasukan Manggala Agni Daops Sumatera XVI/Lahat dalam menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Gumai, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Selama 15 hari, tim Manggala Agni berada di garis depan untuk mengendalikan kobaran api yang merembet di lahan gambut dan semak belukar. Operasi dilakukan dengan mengandalkan mesin pompa, jalinan selang panjang, serta peralatan manual.

Pemadaman dilakukan sejak pagi hingga sore hari dengan strategi penyekatan api atau firebreak dan pendinginan mendalam atau mopping up.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara yang berada di bawah permukaan tanah benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Kepala Daops Sumatera XVI/Lahat, Athur Daniel Sinaga, S.Pi., M.Si., mengatakan operasi tersebut membutuhkan ketahanan fisik dan mental yang prima dari seluruh personel.

Baca Juga:
Polda Sumsel Dalami Asal dan Tujuan 600 Happy Five yang Dibawa Bersama 35 Kg Sabu

“Operasi panjang ini menuntut fisik dan mental yang prima. Dengan mengusung prinsip gerakan cepat, terukur, dan terarah, Manggala Agni menyusun strategi taktis untuk memutus mata rantai api. Setiap langkah pemadaman diperhitungkan secara matang guna memastikan efektivitas di lapangan sekaligus keselamatan para personel,” tegas Athur.

Menurut Athur, kondisi di lapangan juga tidak selalu mudah. Perubahan arah angin dan cuaca ekstrem menjadi tantangan yang harus dihadapi personel selama berada di garis depan.

“Selama 15 hari tim kami berada di garis depan, bergelut dengan panasnya cuaca dan titik api yang berpindah-pindah. Gerakan yang terarah dan terukur menjadi kunci utama agar setiap tetes air dan penyekatan yang dilakukan benar-benar membuahkan hasil,” tambahnya.

Penanganan karhutla tersebut juga melibatkan berbagai unsur. Manggala Agni bersinergi bersama TNI, Polri, RPK PT SAA, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Baca Juga:
Sidang Ungkap Pengadaan Smartboard Rp31 Miliar Disdik Muara Enim, Ada Selisih Rp5,19 Miliar

Sinergi lintas instansi tersebut dilakukan untuk melokalisir kobaran api hingga titik-titik api secara bertahap berhasil dikuasai.

Meski situasi mulai terkendali, upaya pemadaman belum sepenuhnya berhenti. Proses mopping up terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersembunyi dan berpotensi memicu kebakaran susulan.

Perjuangan selama 15 hari tersebut menjadi bagian dari upaya Manggala Agni bersama Pemkab Muara Enim dan instansi terkait dalam mengendalikan karhutla serta melindungi masyarakat dari ancaman kabut asap.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.(*)