KETIK, MALANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) menggelar pelepasan FISIP BAKTI DESA ARCAPADA 2026 pada Jumat, 26 Juni 2026 di Lapangan Rektorat UB dengan mengirimkan 1.147 mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di beberapa titik Kabupaten Malang dan Lombok.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama satu bulan oleh 1.119 mahasiswa FISIP UB dan 28 mahasiswa internasional dari Polandia, China, Pakistan, dan Malaysia dengan 58 dosen, serta 11 dosen asing. Kolaborasi ini dilakukan bersama multipihak sebagai upaya pengembangan potensi dan menguraikan masalah di desa. 

Tak hanya dengan mahasiswa internasional, FISIP juga berkolaborasi bersama berbagai pihak dari pemerintah daerah mulai dari provinsi sampai desa, instansi TNI, Polri hingga beberapa NGO, organisasi kepedulian sosial internasional.

Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menuturkan di era kemajuan teknologi ini, AI telah memiliki posisi pertama di semua sektor. Ia menyampaikan bahwa kegiatan bakti desa menjadi kesempatan baik bagi anak muda. Kemampuan komunikasi dan empati menjadi suatu hal yang ditekankan kepada mahasiswa FISIP pada pengabdian masyarakat ini. 

"Yang pertama adalah kemampuan melakukan analisis sosial karena AI ini tidak paham sosial, yang paham adalah saudara-saudara sekalian. Yang kedua adalah kemampuan komunikasi dan empati. AI tidak tahu berempati. Ini adalah cita, harus membangun komunikasi dan empati, latihan mendengar nanti di masyarakat karena pendengar yang baik, yang akan bisa memberikan solusi dari permasalahan," tuturnya.

Baca Juga:
Kenangan Pramuka Sri Untari: Dari Kemah Gunung hingga Nilai Kemandirian

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dan bekerjasama dengan masyarakat sekitar. Sehingga bisa membangun ekosistem dan budaya baik di masyarakat. Selain itu ia juga menegaskan untuk bisa menghormati adat istiadat daerah sebagai bentuk menjaga almamater UB dan menciptakan hubungan baik dengan desa. 

Dalam hal ini, Dekan FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli, S.E., M.Si., menyampaikan sinergi untuk membantu daerah bakti desa pada aspek kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga pengembangan destinasi wisata tematik yang bisa meningkatkan potensi desa. Tentunya, FISIP akan memberikan berbagai materi dalam masing-masing bidang tersebut.

Dekan FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli, S.E., M.Si., menyampaikan kegiatan bakti desa ini akan berjalan selama satu bulan yang diikuti oleh 1.147 mahasiswa. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Kegiatan Bakti Desa ini dilaksanakan dengan persebaran pada Kabupaten Malang yang memiliki banyak potensi destinasi wisata dan Desa Bayan, Lombok Utara. Hal ini sebagai wujud FISIP UB dalam mendorong visi Indonesia Timur yang artinya ke depannya pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan pada beberapa daerah di wilayah Timur.

Baca Juga:
Waka Kwarda Jatim Arumi Bachsin Blusukan Ke Pelosok Kota Malang, Bantu Renovasi Rumah Warga Tak Mampu

Dalam kegiatan ini, Lombok dipilih karena kurangnya tingkat pendidikan. Sehingga, kehadiran mahasiswa FISIP UB bisa memberikan solusi dan memberikan motivasi agar masyarakat Lombok bisa memiliki semangat untuk mengemban pendidikan hingga perguruan tinggi.

"Harapkan nanti mungkin setnya ada di desa tapi kemudian bisa melingkup ke wilayah sekitar. Itu diharapkan bisa menjadi satu pemantik supaya kemudian teman-teman itu bisa memberikan motivasi. Semangat untuk bagaimana sebenarnya pendidikan tinggi itu penting. Kemudian juga menjadi daya dukung bagi pengembangan sumber daya yang ada di desa setempat," tutur Ahmad Imron.

Sementara itu, Kabupaten Malang dengan kekayaan alamnya menjadi persebaran mahasiswa Bakti Desa. Imron mengatakan jika Kabupaten Malang adalah wilayah yang dialiri oleh sungai. Sehingga, ketahanan irigasi menjadi topik utama dalam mengembangkan potensi Kabupaten Malang.

"Kita harapkan terlibat untuk mengisi materi-materi muatan-muatan yang terkait dengan bidang masing-masing. Sekalian juga bersama dari korporasi. Itu fungsinya nanti untuk supporting dalam rangka pengembangan-pengembangan fasilitas. Misalnya wisata, kemudian hal-hal apa yang kita ingin kembangkan di setempat itu. Sehingga lebih bisa menata sesuatu yang kemudian nanti memperoleh hasil yang lebih baik," tambahnya.

Tak hanya itu, dua titik di Kabupaten Malang, yakni Sumberdem di Wonosari dan Pandansari akan menjadi Living Laboratory yang nantinya akan dikembangkan sebagai destinasi wisata. Tentunya hal ini bukan hanya memberikan edukasi kepada masyarakat Kabupaten Malang, namun juga bisa meningkatkan ekonomi desa.

"Beberapa titik sedang kita set untuk shelter living laboratory. Jadi ada semacam laboratorium lapangan yang kemudian harapan kami nanti dari situ itu menjadi satu arena yang berkelanjutan," ungkap Dekan FISIP UB tersebut.

Dalam hal ini, Imron berpesan kepada mahasiswa FISIP UB untuk bisa beradaptasi satu dengan lainnya agar bisa kompak dalam tim. Selain itu, ia juga menekankan agar mahasiswa FISIP bisa membaur dengan masyarakat daerah bakti desa ini. Menurutnya, komunikasi yang baik bersama desa menjadi kunci dalam proses belajar kehidupan bersama masyarakat.

Kegiatan FISIP BAKTI DESA ARCAPADA 2026 bukan hanya sekadar program kampus, tetapi juga menjadi wujud komitmen Universitas Brawijaya untuk membantu masyarakat Indonesia, khususnya Malang dan Lombok untuk meningkatkan potensi sumber daya alam desa. (*)