KETIK, ACEH BARAT DAYA – Operasi pencarian terhadap Melda Arnita (15), remaja yang hilang setelah terseret ombak di Pantai Ujong Manggeng, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), memasuki hari keempat. Hingga Rabu (1/7/2026), tim SAR gabungan masih belum berhasil menemukan keberadaan korban meski upaya pencarian terus dilakukan.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 15.15 WIB di kawasan Pantai Ujong Manggeng, Desa Lhok Pawoh. Saat itu, Melda bersama Aida (14), sedang mandi di laut bersama anggota keluarga yang memanfaatkan masa libur sekolah. Diduga akibat arus laut yang kuat disertai gelombang tinggi yang datang secara tiba-tiba, keduanya terseret hingga ke tengah laut.
Pada hari kedua pencarian, Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 09.15 WIB, tim SAR gabungan menemukan Aida, warga Desa Blang Padang, Kecamatan Tangan-Tangan, dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan mengapung sekitar satu mil dari bibir pantai atau tidak jauh dari lokasi awal keduanya terseret arus. Sementara itu, Melda hingga kini masih dinyatakan hilang.
Sepupu ayah korban, Arinaldi, mengatakan keluarga tidak tinggal diam. Selain menunggu hasil pencarian tim SAR gabungan, mereka juga terus berupaya melakukan pencarian secara mandiri dengan melibatkan sejumlah nelayan setempat.
Namun, keterbatasan ekonomi menjadi kendala bagi keluarga. Mereka harus mengumpulkan dana secara swadaya untuk membeli bahan bakar perahu yang digunakan menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian.
"Keluarga yang terkena musibah memang benar-benar tidak mampu. Untuk menyewa tim penyelamat, penyelam, maupun peralatan lainnya kami tidak memiliki biaya," kata Arinaldi saat menghubungi media ini melalui WhatsApp, Rabu (1/7/2026) malam.
Menurutnya, satu-satunya harapan keluarga saat ini adalah agar pemerintah terus mendukung dan memastikan operasi pencarian tetap dilanjutkan hingga Melda ditemukan.
"Kami hanya berharap pemerintah dapat membantu agar pencarian terus dilakukan sampai Melda ditemukan," ujarnya.
Selain berharap operasi pencarian tidak dihentikan, keluarga juga memohon perhatian dan kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Abdya serta masyarakat luas. Keluarga mengaku memiliki keterbatasan ekonomi sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan operasional pencarian, terutama biaya bahan bakar perahu yang digunakan nelayan untuk menyisir perairan.
Mereka berharap ada bantuan dan uluran tangan dari berbagai pihak agar proses pencarian dapat berjalan maksimal. Bantuan dalam bentuk apa pun dinilai akan sangat membantu keluarga yang saat ini sedang menghadapi cobaan berat.
"Kami berharap ada kepedulian dari pemerintah maupun masyarakat. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi kami agar proses pencarian Melda dapat terus dilakukan sampai ditemukan," ungkap pihak keluarga.
Melda Arnita merupakan siswi SMP Negeri 1 Kuala Batee. Ia berdomisili di Desa Kuala Terubu (Lama Inong), Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya. Melda merupakan anak sulung dari empat bersaudara, putri pasangan Salmadi dan Maida Fitri.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, BPBD, relawan, masyarakat, serta nelayan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga ke wilayah perairan yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.
Di tengah upaya yang belum membuahkan hasil tersebut, keluarga hanya bisa terus menunggu dengan penuh harap sembari memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar Melda Arnita segera ditemukan. (*)
.png)